Dwi Susanti
Add caption

Pada suatu ketika ada sebuah pembicaraan antara seorang murid dengan gurunya :
Si Fulanah   : Ustadzah saya merasa lelah jiwa dan  raga, bagaimana ini?
Dengan senyum simpul sang ustadzah pun menjawab….
Ustadzah    : Seberapakah lelahmu  itu jika dibandingkan dengan rakyat palestina yang setiap hari harus bertahan hidup  ditengah tekanan para zionis Israel? Mereka harus tetap mengisi perut, sedangkan  nyawa mereka selalu di incar para Zionis itu..
Dan seberapakah lelahmu jika dibandingkan dengan orang-orang yang kurang beruntung dengan kita (cacat), pernahkah kau bayangkan bagaimana mereka melakukan aktivitas-aktivitasnya setiap hari?
Sekarang masihkah kau berkata lelah jiwa dan raga?
         Sang muridpun hanya tertunduk dan merasa bahwa lelah yang dia rasakan belum ada apa-apanya dibandingkan dengan rakyat palestina dan orang-orang yang cacat.

_Sedikit Cerita dari Kajian Ahad pagiii ^^




Label: 0 komentar | edit post
Reaksi: 
Dwi Susanti

Add caption
Ada yang dilanda khawatir dan terjebak pada persepsi pengkhususan. Bahwa orang yang pakai jilbab itu harus lembut, halus tutur katanya, dan feminim dalam arti yang sebenarnya. Jadi jilbaber itu tidak pantas begini, tidak boleh begitu.
“tahukah anda, bahwa standar-standar seperti itu –tentang Jilbaber-, terkadang menimbulkan beban bagi seorang akhwat?”
            Ya. Padahal jilbab bukan lakon sandiwara yang mengharuskan kita jadi orang lain saat memakainya. Padahal Islam tidak menghapus karakter-karakter khas dari pribadi pemeluknya yang tidak bertentangan dengan ‘Aqidah ketika dia memutuskan berislam secara paripurna. Islam justru membingkainya menjadi kemuliaan karakter yang menyejarah. Bahkan Rasulullah menyebutkan, “yang terbaik diantara kalian di masa jahiliah akan menjadi yang terbaik di masa keislamannya.”
Mari kita ingat dua wajah yang kita rindukan, Ash shiddiq dan Al Faruq. Abu bakar dan ‘Umar adalah dua sosok yang begitu kontras dalam singsingan fajar ummat Muhammad ini. Kontras dalam fisik dan kontras dalam karakter. Abu bakar begitu kurus sampai sarungnya selalu mengulur ke bawah dalam shalat meski sudah di betulkan. Sedang ‘Umar, ia pernah membuat empat makmum jatuh terjengkang karena bersinnya saat memeriksa shaff shalat…Masyaallah!
Imam muslim meriwayatkan salah satu episode indah tentang perbedaan karakter mereka berdua. Perbedaan yang membuahkan penyikapan lain terhadap para tawanan perang badar. Tetapi, Subhanallah, dengarlah komentar Rasulullah tentang prrbedaan mereka ini :
“Sesungguhnya Alloh melunakkan hati orang-orang tertentu sampai ada yang lebih lunak dari susu dan Alloh mengeraskan hati orang-orang tertentu sampai ada yang lebih keras dari batu. Sesungguhnya engkau wahai Abu Bakar, bak Ibrahim yang berkata:
“Barangsiapa mengikutiku maka sesungguhnya ia termasuk golonganku, dan barangsiapa mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Q.S. Ibrahim :36)
Dan juga laksana ‘Isa yang berkata :
“Jika Engkau menyiksa mereka maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hambaMu, dan jika Engkau mengampuni mereka maka sesungguhnya Engkau Maha perkasa lagi Maha bijaksana.” (Q.S Al Maidah :118)
Dan Engkau wahai ‘Umar tak ubahnya seperti Musa yang berkata :
“…..Wahai Rabb kami, Binasahkanlah harta benda mereka dan kunci matilah hati mereka, karena mereka tidak beriman hingga mereka menyaksikan siksa yang pedih.” (Q.S.Yunus :88)
Dan sebagaimana Nuh yang berkata :
“Rabbi, jangan biarkan seotangpun di antara orang kafir itu tinggal hidup di bumi!” (Q.S. Nuh : 26)
Luar biasa, kan?Ya. Adalah konyol memaksakan diri menjadi orang lain setelah kita ‘hijrah’ dengan berjilbab. Alangkah sunyi dunia jika semuanya seragam. Biarkan semuanya sesuai karunia karakter yang Alloh lekatkan pada diri kita. Maka akan tetap ada akhwat yang jago karate seperti Nusaibah binti Ka’ab yang melindungi Rasulullah ke manapun beliau bergerak dalam perang. Akan tetap ada yang berkepribadian kuat dan pemberani seperti Ummu Hani’ binti Abu Thalib. Akan tetap ada yang suka bermanja dan ceria seperti ‘Aisyah. Ada yang tetap bisa membentak dan tertawa terbahak seperti Hafshah. Akan tetap ada yang lembut dan keibuan seperti Khadijah.
“Celupan warna Allah. Dan siapakah yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah. Dan padaNya sajalah kami beribadah” (Q.S.Al-Baqarah : 138)
Nah, cukuplah bagi kita celupan warna dari Allah. Celupan warna yang melingkup karakter khas kita, membingkainya menjadi sesuatu yang indah. Ia menjaganya untuk tetap menjadi kemuliaan dimanapun, kapanpun. Sehingga mungkin, memang harus ada penyesuaian-penyesuaian tertentu. Tetapi karakter-karakter mendasar, tidak ada yang perlu kita risaukan. Jilbab kan bukan lakon sandiwara yang membuat kita harus jadi orang lain ketika memakainya. Sekali lagi, jangan sirnakan keunikan diri. Biarkan keindahan warna-warni itu hidup dan meronai dunia dengan pelangi akhlaq.

Di Ambil dari buku Agar Bidadari Cemburu Padamu, karya : Salim A.Fillah. Halaman: 80-83
Label: 0 komentar | edit post
Reaksi: 
Dwi Susanti
Titan adalah seorang mahasiswi tingkat 6 disalah satu universitas negeri di Indonesia, diantara teman-temannya titan dikenal sebagai orang yang cerdas, ceria, mudah bergaul dan energik.
“titan mau ke mana?” tanya dewi teman satu kamar titan.
 “oia...wi kenapa?, tadi aku gak denger, masih kosentrasi sama urusanku,hehe”
“kamu mau kemana tan?, pagi-pagi gini ko’ udah mau ngeluyur aja, mau kemana to?”
“Aku..mau ke kampus, pagi ini aku ada janji mentoring sama adik-adik, aku pergi dulu wi, Assalamu’alaikum....”
“wa’alaikumsalam, hati-hati tan”
Itulah titan sahabat terbaikku, kami satu kos tapi kami biasa menyebutnya wisma sejak kami masih sama-sama semester satu, bahkan kami selalu satu kamar walaupun sistem rolling kamar sudah kami lewati tapi sampai sekarang kami masih dapat satu kamar, jodoh kali ya,he...
            Aku sangat menyayanginya, titan sudah aku anggap sebagai saudariku sendiri, awal perjumpaan kami saat kami sama-sama masih semester awal, kami sering mengikuti acara yang diadakan oleh rohis, saat itu kami ikut acara buka bersama bulan ramadhan, kami menjadi dekat sejak saat itu...kemudian kita sama-sama hijrah dari kos umum menuju ke wisma islami yang rata-rata penghuninya mbak-mbak yang jilbabnya lebar atau sering disebut ADK (Aktivis Dakwah Kampus), ya..kita coba untuk membuktikan apa yang dinyanyikan oleh opick “tombo ati iku lima perkaranya yang ke tiga berkumpullah dengan orang-orang shaleh” yup...kami ingin berkumpul dengan orang-orang shaleh biar bisa ketularan shalehnya,he....,seperti yang digambarkan dalam pepatah arab bahwa seseorang yang bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wanginya, manakala kita bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan merusakkan baju kita’. Itulah motivasi awal kita hijrah dari kos umum ke wisma dan alhamdulillah hingga sekarang kami masih bertahan diwisma tersebut, wisma mafaaza nama wisma kami, kalo secara bahasa “Mafaaza” dapat diartikan kemenangan, dengan harapan para penghuni wisma mafaaza dapat menjadi para pemenang dalam berbagai hal, itulah yang diceritakan oleh para senior kami dulu.
            Hmmm....tiba-tiba saja aku teringat akan kenangan masa lalu bersama sahabat karibku itu, begitu berbeda saat kami bertemu dulu....saat pertama kali bertemu penampilan titan begitu menarik dia memakai jilbab yang bisa dibilang sudah lumayan besar, hingga aku pikir dia pengurus rohis, namun kalo tak lihat bawahannya itu celana yang mempunyai saku banyak yang biasa dipake anak cowok..saat itu kami duduk bersebelahan persis makanya aku dapat memperhatikannya begitu detail, awal perkenalannya juga lucu tidak sengaja titan menginjak kakiku “aduh...mbak maaf gak sengaja” titan spontan minta maaf,,saat itu aku hanya nyengir kuda sebab sakit banget injakan titan. Kamipun berkenalan lebih dalam, ternyata titan berasal dari kota Brebes, bisa dibilang hampir ujung barat  jawa tengah, pantas saja cara bicaranya agak ngapak gitu, sedangkan aku berasal dari kota yogyakarta, ya...secara tata bahasa sangat berbeda jauh.
            Lamunanku akan masa lalu tiba-tiba hilang saat titan masuk ke dalam kamar,
“eh...udah pulang tan?” tanyaku
“udahlah bu...kan udah ada dikamar, kayae ko’ kaget gitu lihat aku masuk kamar, lagi ngapain to?”
“hehe...awalnya seh tadi baca buku, Eee...tiba-tiba teringat akan masa lalu kita”
“whattt!! Masa lalu yang mana ni?” titan berjalan mendekatiku.
“saat kita masih awal-awal jadi mahasiswa itu lho tan..”
“Ooooo....jaman jahiliah dulu?” sahut titan
“hehe...gitu deh”
“Oia...wi lagi gak ada agenda ya? Dari tadi ko’ cuma diwisma?”
“ada nanti jam 13.00” jawabku...”buru-buru amat, mau pergi lagi?”
“ya..ni 15 menit lagi ada syuro (rapat) internal departemen humas, mau bahas buletin gitu, aku cabut dulu ya wi,, Assalamu’alaikum ukhti sholihat”
“wa’alaikumsalam, semangat ukhti!”
            Subhanallah...titan walaupun aktivitasnya begitu banyak, namun prestasinya juga sangat luar biasa sejak semester awal IPnya (indeks prestasi) selalu diatas 3,5.
            Sekarang kami memang sudah menjadi pengurus Rohis universitas, kami berdua sudah menjadi ADK sekarang, pernah suatu hari aku menanyakan pada titan “Tan..kenapa kamu begitu mantap dengan aktivitas kamu dirohis sebagai seorang Aktivis dakwah Kampus?” tanyaku serius ,
Dengan sedikit bercanda titan menjawab “kenapa ya wi?, aku bingung neh,he”
“Ayolah tan...jawab ya..ya..” rayuku
“Sebenarnya sederhana saja karena aku ingin mematuhi perintah Allah swt, yaitu menyeru pada kebaikan, aku ingin ikut menyelamatkan dari adzab Allah swt, karena kemarin ust. Salman mengatakan bahwa manusia itu sedang berpacu melawan kemaksiatan, ya..aku ingin berpacu dengan kemaksiatan wi, aku ingin menebarkan kebaikan dimanapun aku berada wi, walaupun aku sadar aku hanya seorang hamba yang lemah bukan malaikat, tidak selamanya aku baik namun aku ingin tetap memperbaiki diri dan aku ingin mengajak orang-orang terutama mahasiswa di kampus kita senantiasa dalam kebaikan, yang perilakunya tidak jauh dari apa yang sudah Rasulullah ajarkan pada kita, simplenya seh pengen selalu bermanfaat bagi orang lain, mungkin dengan bergabung dalam rohis itu merupakan salah satu sarananya, karena coba kalo kamu lihat wi, beberapa program kerja yang ada itu semuanya mengajak pada kebaikan dan kita akan selalu dibawa dalam dimensi untuk selalu mengingat sang maha pencipta, tanpa kita melupakan hal-hal duniawi kaya kuliah, nilai bagus dan cari uang,hehe...kayanya gitu seh wi?”
“O...gitu ya tan...jazakillah ukhti atas pemaparannya”
“hu’um..sama-sama”
Dulu aku  pernah menanyakan hal itu pada titan dan aku kagum dengan jawabannya yang sederhana namun mengena, titan begitu menginspirasiku...sosok wanita yang sederhana dan berkarakter, dia mempunyai komitmen yang kuat, titan yang sekarang berbeda dengan titan yang dulu, titan pernah menceritakan bahwa dulu dia itu tomboy habis, semua pakaiannya persis pakaian cowok boro-boro pake jilbab, jarang menghadiri majelis-majelis ilmu karena dia lebih sering nongkrong di mal sama teman-temannya, bahkan sholat lima waktunya pun sering bolong-bolong,,dia juga dulu pernah mengatakan bahwa dia takut dengan orang yang memakai jilbab lebar karena identik dengan teroris, tapi sekarang jika melihat titan, dialah sosok seorang muslimah.
            Sekarang tutur katanya lebih halus, ya walaupun terkadang masih mengeluarkan kata-kata yang berasal dari daerahnya, misalnya enyong pergi dulu ya..enyong itu artinya aku....titan...titan..., alhamdulillah titan juga sudah menutup auratnya, yang awalnya takut dengan jilbab lebar kini jilbab lebar telah menjadi identitasnya, setelah dia paham bahwa perintah berjilbab itu ada dalam Al-Qur’an yaitu (Q.S Al-Ahzab : 59)dan( Q.S An-Nur : 31).
 “Assalamu’alaikum....”
“Wa’alaikumsalam..” lamunanku tentang titan segera lenyap.
“udah pulang tan?” tanyaku
“ya..alhamdulillah aktivitas hari ini, semoga berkah” ungkap titan
“amiin” sahutku
“Oia...tadi jam 13.00 jadi syuro?”
“gak jadi tan,, syuronya di pending besok, jadi tadi aku cuma ke perpustakaan deh”
“ya...disyukuri saja to wi” titan coba menasehatiku
“siap...ukhti” balasku.
Begitulah aktivitas sehari-hari titan jam 6pagi udah berangkat dari wisma dan kembali ke wisma jam 5sore...
“titaan.....” tiba-tiba saja aku memanggil namanya sambil memeluknya
“kenapa wi? Bikin kaget saja, tumben pake peluk-peluk segala?, kenapa hayoo?” titan penasaran
“ Aku mencintai anti karena Allah swt, ukhti”
“too...”jawab titan
“hiiih...titan gak romantis blass “ langsung saja aku lepaskan pelukanku
“hehehe” titan hanya tersenyum.....
Sore itu kami menghabiskan waktu untuk sedikit berbincang sambil menunggu waktu maghrib,,Aku kangen banget sama titan setelah seharian tidak bersama,,dalam hati aku berbisik “Aku...sungguh bersyukur punya sahabat sepertimu Titan....”
Label: 0 komentar | edit post
Reaksi: 
Dwi Susanti
Sebuah lilin kecil yang dtempatkan tuannya diatas kaca yang sisi-sisinya terbuat dari bahan plastic merasa kecewa, ketika tuannya meninggalkan dirinya dalam keadaan menyala sendirian ditengah ruangan yang gelap, lilin itu merasa tidak dihargai sama sekali dalam benaknya dia berpikir “Kenapa kau tinggalkan aku setelah aku membantumu sebagai penerangan ditempat yang gelap??”, “dan kenapa kau tinggalkan aku dalam keadaan masih menyala?, tidak tahukah kau bahwa apiku ini sangat berbahaya, walaupun tubuhku keciL namun apiku sangat berbahaya”. Dengan penuh rasa kecewa lilin kecil itu tetap menunggu tuannya kembali, kembali untuk mematikannya, namun sudah lama sekali sang lilin menunggu tuannya tak juga kembali untuk mematikannya, diapun marah “apakah kau pikir aku tidak dapat melakukan apa-apa, wahai manusia??, lihatlah kemarahanku ini”.
            Lilin itupun sedikit demi sedikit mulai membakar tempat kaca plastic yang dia gunakan untuk berdiri, sudah hampir setengah sang lilin membakar tempat kaca plastic itu namun sang tuan belum juga muncul…lama-kelamaan api lilin semakin membesar kacapun pecah dan ruangan yang gelap itu mulai dipenuhi api dan asap hitam yang mengepul,,baruLah sang tuan tersadar bahwa ada api diruangan gelap itu,,serentak sang tuan lilinpun panic melihat api yang menyala ditemani asap hitam yang mengepuL, keadaan rumah menjadi panic ada 16 orang dalam rumah itu dan semuanya mulai berhamburan keluar, 2 orang yang lebih awal tersadar bahwa ada kebakaran segera keluar dan meminta bantuan warga terdekat dari rumah, kemudian yang lainya masih sibuk membangunkan penghuni yang lain, setelah semuanya terbangun merekapun keluar namun ternyata gerbang masih dikuci, beberapapun keluar dengan memanjat gerbang..semua panic….
Wargapun berdatangan untuk menolong dan mencoba membantu mematikan api,, beberapa orang masuk untuk kemudian mematikan api,,sementara diLuar rumah 16 orang penghuni rumah masih terlihat shock dan tidak berani untuk masuk, semua menunggu, karena penghuni khawatir jika ada arus pendek listrik, namun setelah beberapa lama diketahui bahwa penyebab kebakaran adalah sang lilin keciL yang lupa dimatikan oleh tuannya.
Lilin kecil itu telah berhasil menyampaikan pesannya kepada sang tuan, “bahwa tadi kau meninggalkanku dalam keadaan menyala, inilah aku walaupun aku dapat membantumu untuk penerangan namun akupun dapat membahayakanmu, maka berhati-hatilah!!
Sang tuan begitu shock setelah mengetahui bahwa penyebab kebakaran kecil yang dapat menghilangkan nyawa 16orang penghuni rumah dan kerugian materi yang begitu besar adalah lilin kecil yang dia bawa sebagai penerangan, namun dia lupa mematikannnya.
            Sang lilinpun merasa lega karena pesannya dapat tersampaikan kepada sang tuan, walaupun caranya kurang baik namun hanya dengan kebakaran kecil dia dapat menyampaikan pesan itu pada sang tuan.
Pesan sang lilin kepada semua manusia “telitilah dalam melakukan banyak hal, bertanggung jawablah saat melakukan sesuatu jangan dengan mudah kau meninggalkan sesuatu terutama sejenisku (lilin), berpikirlah panjang dan stay Cool”

Pukul.1:55AM,,pagi yang menginspirasi_begitu banyak pelajaran kehidupan yang dapat kami ambil, Alhamdulillah Alloh swt masih menyayangi kami dengan memberikan ujian ini agar kami dapat mengevaluasi diri tentang apapun, ya apapun….semoga dapat menjadi bahan perbaikan kedepan..amiin…Semangiirrr_ ^O^

Label: 0 komentar | edit post
Reaksi: