Dwi Susanti

1. Pembersihan Kulit
 Bersihkan wajah dengan wardah Cleanser, lalu diikiti dengan menggunakan Wardah facial wash
2. Pengangkatan Sel-sel kulit mati
Gunakan Wardah facial Scrub dua hari sekali atau Wardah peeling cream seminggu sekali untuk menghilangkan kotoran yang menumpuk dan menyumbat pori-pori
3. Pemijatan Wajah
Lakukan menggunakan wardah facial massage cream untuk membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga nutrisi dapat diserap optimal. Dengan pemijatan, wajah menjadi rileks dan segar.
4. Pengencangan Kulit Wajah
Gunakan wardah facial mask seminggu sekali untuk membantu melembabkan, mengencangkan, dan mengembalikan vitalitas kulit selama traveling
5. Penyegaran Kulit
Wardah Hydrating Toner memberikan rasa dingin dan segar serta dapat meringkas pori-pori kulit. Formulanya non alkohol sehingga kulit tidak menjadi kering dan iritasi.
6. Penutrisian Kulit
Wardah Intensive Night Cream mengandung zat-zat yang mampu memelihara kekenyalan kulit menjaga kelembutan kulit.
Label: 0 komentar | edit post
Reaksi: 
Dwi Susanti
Mengapa harus dakwah sosial media??
Terkadang pertanyaan tersebut muncul dari beberapa aktivis dakwah kampus,
Kali ini saya mencoba berbagi ilmu yang saya dapat ketika mengikuti kelas Syiar media & komunitas dalam rangkaian acara IMSS FSLDKN XVI 2012..

Ok... mari coba kita jabarkan satu-persatu, kenapa kita harus dakwah sosial media?
1. Karena pengguna internet terbesar didunia adalah benua ASIA, dan indonesia menempati posisi ke- 4 sebagai pengguna internet terbesar di Asia
2. Indonesia salah satu negara yang membebaskan rakyatnya untuk berekspresi, oleh karenanya ADK wajib memanfaatkan peluang itu untuk berdakwah
3. Indonesia menempati urutan ke- 2 sebagai negara pengguna FB  terbesar di dunia
4. Indonesia menempati posisi ke- 1 sebagai pengguna twitter  didunia,
5. Dakwah melalui sosial media murah
6. Dakwah sosial media masuk ke titik personal seseorang, karena rata-rata pengguna FB & Twitter diakses melalui HP
7. Pengulangan materi yang disampaikan dapat masuk ke target

Setelah kita mengetahui alasannya coba kita masuk ke tahap selanjutnya, yaitu strategi :
1. Fokus, selalu fokus pada tema yang kita sampaikan.
2. Tajam, bahasa yang digunakan tajam dan terus istiqomah
3. konsisten, konsisten untuk terus menuliskan kebaikan-kebaikan melalui sosial media, kemudian muncul pertanyaan , bagaimana jika kita kehabisan materi yang akan disampaikan?atau hari ini gak ada inspirasi? Saat itu pemateri menyampaikan gunakan saja Riyadush Shalihin, hadist2 yang ada dibuku tersebut jika dituliskan bisa bwt bikin status satu tahun :)

Tips dakwah sosial media :
1. Kenali segmen
2. Hindari perdebatan
3. Update Informasi
4. Memperluas wawasan
5. Jangan berhenti belajar
6.Bahasa sesuai dengan yang diajak bicara

Contoh dakwah sosial media yang "Berani" : komunitas satu jari, indonesia tanpa JIL
Demikian yang dapat saya bagi dari kelas yang telah saya ikuti semoga bermanfaat untuk teman-teman yang berjuang dalam lingkaran dakwah.
Pemateri kelas syiar media & komunitas : Hafidz Ary Nurhadi
Label: 0 komentar | edit post
Reaksi: 
Dwi Susanti


 “MASKER PUTIH TELUR”. Tidak hanya mengecilkan pori-pori, ia juga efektif untuk mencerahkan wajah. Selain itu, masker dari kuning telur bisa digunakan untuk melembapkan dan menghaluskan kulit. Ternyata, satu butir telur yang kecil memiliki khasiat yang besar untuk mengatasi problem kulit kering, kulit berminyak, ataupun kulit kombinasi. Ikuti cara mudahnya!
Bahan-bahan:
1 butir telur – disarankan untuk memilih yang organik atau telur kampung
Cara Membuat Masker Putih Telur:
1.     Pisahkan putih telur dari kuning telur
2.     Kocok putih telur dengan menggunakan garpu sampai berbusa
3.     Pastikan busanya sudah mengental dan membentuk busa yang lebih padat.
Cara Pemakaian Masker:
1.     Bersihkan wajah dengan pembersih wajah
2.   Dengan menggunakan foundation brush (atau jari-jari tangan apabila kamu tidak memiliki foundation brush), aplikasikan masker putih telur di seluruh wajah, kecuali area mata.
3.   Diamkan beberapa menit sampai lapisan masker mengering ditandai dengan sulitnya kamu untuk menggerakkan bagian wajah.
4.   Bersihkan masker dari wajah dengan menggunakan air hangat dan handuk.
5.  Gunakan es batu untuk “menutup” pori-pori pada wajah 
Khasiat Masker Putih Telur:
Putih telur membantu menyerap kelebihan minyak pada wajah sehingga cocok untuk kamu yang memiliki kulit berminyak dan ampuh untuk mengecilkan pori-pori. Selain itu, ia juga mencerahkan dan mengencangkan kulit wajah.  
Cara Membuat Masker Dari Kuning Telur:
1.     Pisahkan putih telur dari kuning telur
2.     Gunakan garpu bersih untuk memecahkan bagian kuning telur.
Cara Aplikasi Masker Kuning Telur:
1.     Gunakan foundation brush (atau jari-jari tangan apabila kamu tidak memiliki foundation brush) untuk mengaplikasikan kuning telur di seluruh wajah, kecuali area mata.
2.     Aplikasikan sedikit dan secukupnya saja secara merata
3.     Diamkan beberapa menit sampai lapisan mengering ditandai dengan sulitnya kamu untuk menggerakkan bagian wajah.
4.     Bersihkan kulit dari sisa-sisa masker pada wajah menggunakan handuk dan air hangat. 
Khasiat Masker Kuning Telur:
Kuning telur berkhasiat untuk melembapkan, dan melembutkan kulit sehingga kulit kamu akan terasa  lembut dan halus seketika. 
Kamu disarankan untuk melakukan ritual masker putih telur dan dilanjutkan dengan masker kuning telur, 1x setiap minggunya. Tetapi untuk kamu yang memiliki kulit sangat berminyak atau cenderung berjerawat dapat mencoba ritual masker putih telur saja. Coba lakukan dan buktikan sendiri khasiatnya pada kulit kamu!

Label: 0 komentar | edit post
Reaksi: 
Dwi Susanti


Mental adalah jembatan dimana pikiran kita berjalan menuju tindakan. Jembatan itu akan runtuh, jika ia dilalui oleh benak yang sarat pikiran yang melebihi kemampuan jiwa mewadahinya. Jika yang sebaliknya terjadi, hidup seseorang akan kehilangan efesiensi dan efektifitas.
Sembilan langkah terapi Mental
Langkah-langkah  aplikatif untuk memperbaiki cara kita merasa atau mentalitas kita dapat dirumuskan secara sederhana dalam kalimat berikut :
Pengarahan + penguatan + kontrol + Doa = terapi mental
Pengarahan berarti bahwa perasaan-perasaan kita harus diberi arah yang jelas, yaitu arah yang akan menentukan motifnya. Misalnya, mengapa anda harus gembira atau bersedih. Setiap perasaan haruslah mempunyai alasan lahir yang jelas. Itu hanya mungkin jika perasaan dikaitan secara kuat dengan pikiran kita.
Penguatan berarti kita harus menemukan sejumlah sumber tertentu yang akan menguatkan perasaan itu dalam jiwa kita. Ini secara langsung terkait dengan  unsur keyakinan, kemauan, dan tekad  yang dalam yang memenuhi jiwa, sebelum kita melakukan suatu tindakan.
Kontrol berarti kita harus memunculkan kekuatan tertentu dalam diri yang berfungsi mengendalikan semua warna perasaan diri kita.
Doa berarti bahwa kita mengharapkan adanya dorongan ilahiyah yang berfungsi membantu semua proses pengarahan, penguatan, dan pengendalian bagi mental kita.
Rumusan tersebut kita jabarkan lebih jauh dalam sembilan langkah berikut :
Langkah I
Berusahalah untuk menghadirkan Allah dalam kesadaran anda, dan rasakan bahwa andalah yang paling bertanggungjawab di hadapan-Nya atas diri anda sendiri. Saat anda merasakan adanya kontrol Alloh secara langsung atas diri anda, anda akan menemukan kekuatan tertentu untuk mengendalikan diri dalam melawan godaan kerendahan untuk melakukan kemaksiatan.
Langkah II
Kuatkan rindu anda untuk dapat bertemu  dengan Alloh pada tempat tertinggi dalam surga, sehingga anda berpeluang melihat langsung wajah anda di akhirat nanti. Jika rindu anda tidak terbatas, anda akan merasakan bahwa dorongan batin itu telah muncul dalam diri anda sendiri. Itu akan memberi anda kekuatan untuk melakukan kebaikan.
Langkah III
Pertajam mata hati dan nurani anda, agar ia dapat menangkap setiap gejala dosa sejak dini. Jika anda sensitif terhadap dosa, anda akan menemukan sifat rasional dari nurani. Ini akan membuat anda senantiasa berorientasi masa depan dan selalu terdorong untuk melakukan ibadah-ibadah murni sebagai sumber mata air nurani
Langkah IV
Tenang! Itulah yang harus anda usahakan melekat dalam diri anda dalam segala situasi kejiawaan dan peristiwa kehidupan. Anda akan menjadi lebih tenang jika anda mau, selalu diam (tidak berbicara kecuali sangat penting), mampu menahan amarah, dan tidak mengharap atau terpengaruh dengan komentar dan perhatian orang lain. Sebab, orientasi anda adalah kebenaran, bukan pengakuan.
Langkah V
Jangan mudah terpengaruh oleh orang lain, baik dengan sanjungan mereka, apalagi dengan kritik mereka. Berusahalah untuk konsisten dengan nilai dan prinsip anda. Untuk itu, anda harus percaya diri dan berusaha menghindari semua tindakan yang tidak beralasan. Ini akan memberi anda orisinalitas kepribadian.
Langkah VI
Kuatkan daya tahan tahan anda terhadap berbagai tekanan hidup dan perubahan- perubahan lingkungan sosial, ekonomi, politik, dan kehidupan secara umum. Untuk itu, anda harus belajar menunda kebutuhan-kebutuhan sesaat anda, khusunya yang bersifat biologis. Lakukanlah puasa dan jangan pernah berhenti bertawakal kepada Allah.
Langkah VII
Belajar  mencintai orang lain dengan cara yang kuat dan jujur. Untuk itu, anda harus belajar memperhatikan memberi dan berkehendak baik pada orang lain.
Langkah VIII
Berusahalah mempertahankan kegembiraan dan kelapangan jiwa anda setiap saat. Berusahalah mempertahankan keceriaan wajah anda, gunakan bahasa yang baik dala komunikasi, dan belajarlah memahami orang lain lebih banyak.
Langkah IX
Hindarilah diri anda dari kekosongan dan kehampaan. Jangan sampai akal anda kosong dari ilmu, jiwa anda kosong dari imam, dan fisik anda kosong dari perilaku yang baik. Kekosongan jiwa bererti membuka pintu bagi stan untuk masuk secara bebas.

Label: 0 komentar | edit post
Reaksi: 
Dwi Susanti



Demokrasi,satu pranata yang telah banyak menyihir dunia. Kebebasan adalah  paling sentral dalam demokrasi. Diskursus seputar demokrasi, masih tetap hangat, terlebih kalangan gerakan islam. Ada dua sikap ekstrim tentang demokrasi, ada yang begitu memujanya sebagaimana pernyataan Francis Fukuyama dalam bukunya “The End of History”, tetapi di sisi lain ada yang memandang sistem ini sebagai penyebab hancurnya sistem kemanusiaan, keluar dari nash-nash Qur’an, dan lain sebagainya. Bagaimana bersikap terhadap fenomena demokrasi ini?
Anis matta dengan ide briliannya memberikan inspirasi terutama bagi para pegiat harakah islamiyah agar tidak bersikap ekstrim : terlalu mendewakan ataupun antipati menolaknya. Ide-ide besar anis matta, merupakan refleksi dari terminology Sayyid Quthub, yakhtalituuna walakin yatamayyazuun (bergaul dan bercampur dengan masyarakat tapi tidak terlarut di dalamnya)
 Setiap individu dalam masyarakat demokrasi sama dengan masyarakat yang lain. Semua sama-sama bebas dalam berpikir, berekpresi, dalam bertindak, dan memilih jalan hidup. Tidak boleh ada rasa takut, tidak boleh ada tekanan terutama dari militer. Kebebasan hanya di batasi oleh kebebasan yang sama.
 Fungsi Negara hanyalah memfasilitasi masyarakat untuk hidup bersama secara damai. Negara bertugas melindungi setiap individu dan setiap entitas untuk hidup menurut cara mereka. Dasar yang digunakan Negara untuk bekerja adalah kesepakatan bersama antar warga Negara, sesuatu yang kemudian kita sebut konstitusi, undang-undang atau hukum.
 Maka semua orang menikmati demokrasi. Para kapitalis menikmati demokrasi karena inilah paying politik yang memberi akses ke semua sudut pasar potensial. Para buruh juga menikmati demokrasi karena inilah paying politik yang memberi perlindungan hak-hak dan kebebasan bekerja. Dakwah juga menikmati demokrasi karena disini para dai’ menemukan kebebasan untuk bertemun dan berinteraksi secara terbuka dan langsung dengan semua objek dakwah.
  Tapi, kenikmatan ini ada harganya. Terutama bagi dakwah. Kita memang bebas berdakwah, tapi para pelaku kemungkaran juga bebas melakukan kemungkaran. Yang berlaku di sini bukan hukum benar-salah, tapi hukum legalitas. Sesuatu itu harus legal, walaupun salah. Dan, sesuatu yang benar tapi tidak legal adalah salah. Begitulah aturan main demokrasi.
 Yang kemudian harus kita lakukan adalah bagaimana mengintegrasikan kebenaran dan legalitas. Bagaimana membuat sesuatu yang salah dalam pandangan agama menjadi tidak legal dalam pandangan hukum positif. Secara terbalik, itu pulalah yang dilakukan para pelaku kejahatan, para mafia narkoba harus mencuci uangnya agar bisa menjadi hak milik yang legal.
         Maka penetrasi kekuasaan dalam Negara demokrasi harus dilakukan dengan urutan-urutan. Pertama, menangkanlah wacana public agar opini public berpihak kepada kita. Kedua, formulasikan wacana itu ke dalam draf hukum untuk di menangkan dalam wacana legislasi melalui lembaga legislative. Kemenangan legislasi ini menjadi legitimasi bagi Negara untuk mengeksekusinya. Ketiga, pastikan bahwa para eksekutif pemerintah melaksanakan dan menerapkan hukum tersebut.
 Jadi, itulah tiga pusat kekuasaan dalam Negara demokrasi : wacana public, legislasi, dan eksekusi. Pengadilan itu lembaga netral. Signifikan tapi tidak menentukan proses pembentukan struktur kehidupan masyarakat. Melakukan penetrasi ke tiga pusat kekuasaan itu bukanlah pekerjaan mudah. Kita akan menemui banyak ranjau saat hendak membentuk opini public untuk memenangkan wacana public. Sebab wacana public adalah dunia tanpa batasan.
 Jadi, misalnya kita ingin menghabisi pornografi di Negara ini, susunlah struktur gagasan yang kuat untuk meyakinkan public betapa merugikannya pornografi bagi kehidupan kita. Jika kita menang di sini, buatlah sebuah rancangan undang-undang untuk membasmi segala bentuk pornografi. sekali lagi, jika kita menang disini, kontrollah secara ketat apakah pemerintah melaksanakannya secara baik atau tidak. Kalau tidak, kita tuntut pemerintah.
 Demikianlah dakwah harus bekerja di era demokrasi. Ada kebebasan yang kita nikmati bersama. Tapi, juga tersedia “ cara tersendiri” untuk mematikan kemungkaran dan melakukan penetrasi kekuasaan. Anggaplah ini sebuah seni yang harus dikuasai para politisi dakwah.(dwiS)


.
Label: 0 komentar | edit post
Reaksi: